Silakan Dibaca...

Selasa, 03 April 2012

Batik Lanterns

Concept
     Lantern is a lamp cover items that can decorate the room. Lanterns in the business concept, we wanted to offer something different to consumers. Because we makelanterns of course with different materials and bentuknyapun not only oval or square, butwith its diverse forms, such as animals. Fabric we use is the batik cloth.


Reasons
     Reason we want to run this business because we have not seen the creation lanterncraftsmen shape "lanterns and fabric used.


Excellence
     Of business we want to run it. Marketing we've done over the internet, opening outlets and we use delivery system. The price we offer very affordable for the whole community.


Market
     For all societies.




Name:
1. Ario Rinaldo               (11211168)
2. Sonny Wicaksono     (16211860)
3. Bijak Bestari              (11211479)
4.Aprianto Yudha           (11211013)
5.Rendy Saputra            (15211968)

Minggu, 25 Maret 2012

My Biography

Hello my comrades,


My name is Ario Rinaldo. I live in Bogor with my family.  I used to go school in Budhi Bhakti elementary, SLTP Negeri 6 Bogor for the next step of studying and Yadika 7 as my senior school. Today, i am a college student in private university, Gunadharma. I  study in Gunadharma for it is a well-known university, it is reachable place to go. In this fabulous university, i take the management of economy because i want to get more and more about the knowledge in management especially in business that it will be useful for my life after i graduate from it.

Sabtu, 10 Maret 2012

Penanggulangan Pengangguran

        Pengangguran didefinisikan sebagai seseorang pada usia produktif tidak mampu mendapatkan pekerjaan.
Masalah pengangguran di negara indonesia sudah menjadi masalah yang banyak dibicarakan. Timbulnya pengangguran karena kurangnya lapangan pekerjaan dan juga kesadaran diri mereka sendiri, hal ini mengakibatkan kemiskinan bagi masyarakat. Cara penanggulangan pengangguran mamang tidak mudah, pemerintah harus bekrja sama dengan masyarakat agar masalah ini dapat teratasi.


Cara Penanggulangan Pengangguran
  • Pemerintah harus lebih banyak membuka lapangan pekerjaan, agar masyarakat tidak mengalami kemiskinan.
  • Diberikannya kemudahan pendidikan ke seluruh golongan masyarakat yang tidak mampu. Ini dikarenakan rendahya pendidikan seseorang, sehingga tidak mengetahui pengetahuan yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan.
  • Kesadaran masyarakat untuk bekerja keras dan menyadari bahwa pentingnya pendidikan, maka dari itu setiap lapisan golongan masyarakat harus mempunyai kemauan agar mampu bersaing untuk mendapatkan atau mendirikan lapangan kerja.
  • Diberikannya pelatihan keterampilan bagi masyarkat agar mendapatkan modal keahlian khusus yang dapat ia manfaatkan untuk bakerja. hal ini di khususkan untuk masyarakat produktif yang kurang mendapatkan pendidikan.
  • Dihimbau kepada seluruh masyarakat yang mampu (penghasilan diatas rata-rata) untuk membuka lapangan pekerjaan yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun kepada orang lain.
     Inilah beberapa contoh Penanggulangan Pengangguran yang dapat saya berikan, bahwasannya masalah pengangguran yang ada di ngara ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh pemerintah, akan tetapi masyarakat harus mempunyai usaha dan kerja keras untuk menyalasaikan masalah pengangguran di negara ini.

Sumber: ario_rinaldo.blogspot.com

Jumat, 20 Januari 2012

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

a.       Pengabdian
adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan dari kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengabdian berarti hal mengabdi atau mengabdikan. Pada hakekatnya pengabdian itu adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.
b.       Pengorbanan
berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian. Pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih (berdasarkan atas kesadaran moral yang tulus-ikhlas )
Pengorbanan bukan hanya berkorban untuk suatu masalah yang besar, tapi tanpa kita sadari kita sering melakukan pengorbanan. Contoh hal kecilnya saat kita memberikan kue kepada adik kita, padahal kita sendiri ingin memakan kuenya. Hal tersebut merupakan bentuk pengorbanan kecil yang biasa kita lakukan dilingkungan keluarga. Pengabdian diberikan tanpa mengharapkan balas jasa. Pengabdian bukan merupakan sebuah paksaan atau keharusan (perintah), tetapi pengabdian itu sendiri berdasarkan secara sukarela tergantung dari dirinya masing-masing orang tersebut.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian pasti ada pengorbanan. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu.
Opini : Pengabdian adalah suatu perbuatan yang mencerminkan sikap kesetiaan terhadap seseorang ataupun sekelompok orang.

MANUSIA DAN KEADILAN

  1. Keadilan
Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan haknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakuai dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajibannya, tanpa membedakan suku, keurunan, dan agamanya. Hakikat keadilan dalam Pancasila, UUD 1945, dan GBHN, kata adil terdapat pada:

1. Pancasila yaitu sila kedua dan kelima
2. Pembukaan UUD 1945 yaitu alinea II dan IV
3. GBHN 1999-2004 tentang visi
Keadilan berasal dari kata adil. Menurut W.J.S. Poerwodarminto kata adil berarti tidak berat sebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang dan tidak memihak.
Pembagian keadilan menurut Aristoteles:
1. Keadilan Komutatif adalah perlakuan terhadap seseorang yang tidak melihat jasa-jasa yang dilakukannya.
2. Keadilan Distributif adalah perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dibuatnya.
3. Keadialn Kodrat Alam adalah memberi sesuatusesuai dengan yang diberikan orang lain kepada kita.
4. Keadilan Konvensional adalah seseorang yang telah menaati segala peraturang perundang-undangan yang telah diwajibkan.
5. Keadilan Menurut Teori Perbaikan adalah seseorang yang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar
Pembagian keadilan menurut Plato:
1. Keadilan Moral, yaitu suatu perbuatan dapat dikatakan adila secara moral apabila telah mampu memberikan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajibannya.
2. Keadilan Prosedural, yaitu apabila seseorang telah mampu melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara yang telah diterapkan.
  • Thomas Hobbes menjelaskan suatu perbuatan dikatakan adil apabila telah didasarkan dengan perjanjian yang disepakati.
  • Notonegoro, menambahkan keadilan legalitas atau keadilan hukum yaitu suatu keadan dikatakan adil jika sesuai ketentuan hukum yang berlaku
Opini : Menurut saya, keadilan adalah kondisi kebenaran secara moral mengenai sesuatu hal, baik yang menyangkut benda atau orang
2. KEJUJURAN
Jujur adalah mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran. Orang yang tidak jujur bisa dianggap tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik dan lain sebagainya. Kenapa setiap orang harus berlaku jujur, karena menjadi orang jujur itu adalah menjadi orang yang sangat baik. Karena dengan jujur orang akan dipercaya orang, disayang orang tua, bahkan sering terdengar kalau orang jujur akan disayang oleh Allah swt.
Dengan jujur itu sendiri akan menumbuhkan perasaan yang positif dengan lingkungan kita. Selain itu pula jujur itu sebenarnya di mulai dari diri kita sendiri. Jika dari diri sendiri sudah tidak jujur, maka lama kelamaan pun tidak akan bisa berbuat jujur. Ini pun bisa berakibat pada perasaan kita, kita pasti akan selalu bersikap negative kepada lingkungan kita.
Opini : Menurut saya, kejujuran adalah berkata apa adanya sesuai fakta yang ada.

Senin, 05 Desember 2011

Manusia dan Penderitaan

     Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “resiko” hidup, Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikannya. Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca Koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religious Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingakan dengan makhluk lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya. 
     Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadanya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirnya.
     Dalam kehidupan ini untuk mencapai keinginan yang dituju manusia harus melakukan pengorbanan yang terkadang pengorbanan itu membuat manusia menderita.
Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia, bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya, penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkan. Sedangkan penderitaan psikis yang dihadapinya, para ahli lebih banyak membantu saja.
     Contohnya adalah seorang mahasiswa harus belajar dan rajin untuk masuk kuliah apabila dia menginginkan nilai yang bagus, sehingga mahasiswa tersbut haru belajr lebih keras.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya karena tidak tahan atas penderitaan yang diberikan Tuhan, ada pula karena seseorang memang telah ingkar dari jalan suci Tuhan. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.

Opini:
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kebahagiaan. Oleh karena itu, penderitaan sangat bermanfaat bagi manusia.

Sumber
http://setdjadi30.wordpress.com

Manusia dan Keindahan

     Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, tanaman, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan itu identik dengan kebenaran. Manusia mempunyai lima komponen tersebut yang telah diberikan oleh Tuhan yaitu nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi).
     Dengan lima komponen tersebut Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang.


Opini :
Manusia dapat melihat, merasakan, menikmati, keindahan karena keindahan  telah dibrikan oleh Tuhan. Maka dari itu kita sebagai ciptaan-Nya harus bersyukur kepada-Nya karena semua keindahan telah diberikan kepada kita semua. Dan kita juga harus menjaganya, janganlah kita merusak keindahan yang telah dianugrahkan kepada setiap insan manusia.


Sumber : 
www.wikipedia.com
http://damaisubimawanto.wordpress.com

http://jogreserz.com